Meski Dapat Ganti Rugi Rp. 1,5 juta, Seluruh Warga Grompol Tetap Menuntut PT Merak Jaya Harus Ditutup.

Meski Dapat Ganti Rugi Rp. 1,5 juta, Seluruh Warga Grompol Tetap Menuntut PT Merak Jaya Harus Ditutup.

Kediri | pledoi.com

Meski mendapat ganti rugi Rp.1,5 juta Per KK, namun warga Dusun Grompol Desa Ngebrak Gampengrejo Kabupaten Kediri tetap menuntut agar pemerintah menutup pabrik beton PT Merak Jaya Beton ( PT.MJB)

Keinginan warga untuk menutup PT.MJB pasca kebocoran tabung tempat pengolahan semen pabrik tersebut. Karena warga menilai sejak proses awal pendirian pabrik beton cor PT.MJB itu Saeroji kepala desa Ngebrak telah menelikung warga, bahkan proses sewa pakai tanah kas desa yang ditempati PT.MJB tersebut juga dinilai tidak prsedural dan cacat hukum.
Berdasarkan hasil keputusan dalam.musyawarah warga dengan menejemen PT.MJB disepakati warga di Dusun Grompol Desa Ngebrak Gampengrejo Kediri, mendapat santunan hingga Rp. 1,5 juta per kepala keluarga, akibat pencemaran yang diakibatkan kebocoran tabung semen pabrik beton PT.MJB.
Berdasarkan data yang terkumpul dari warga Dusun Grompol yang terdampak adalah RT 01 hingga 03, dan dikelompokkan berdasar kategori dari yang paling parah dikategorikan ring satu kompensasi Rp 1.500.000, ring dua Rp. 1 juta sedangkan ring tiga 750.000.

Ketua RT 2 RW 1 Sunarno mengatakan, jumlah warga RT 2 yang terdampak akibat bocornya tabung pengolahan PT.MJB berjumlah 58 rumah. “Kita kategorikan ring satu ada 29 rumah dengan, ring dua 20 rumah, serta kategori ring tiga 9 orang dan satu buah musholla, “kata Sunarno saat menyerahkan data warganya dibalai Desa Ngebrak Rabu (17/5/2017) sore.

Sementara itu Kepala Desa Ngebrak Saeroji saat dikonfirmasi terkait hasil final antara pihak PT.MJB dengan warga Grompol Rabu Sore, ia mengatakan belum membuahkan hasil. “Kemarin sore sudah pertemuan, tapi belum ada hasilnya, “jelas Kades Ngebrak Saeroji.
Bahkan warga terdampak tak mau melanjutkan negosiasi terkait kompensasi dampak kebocoran tabung semen.
Seperti yang tegaskan Darmaji Tokoh masyarakat Ngebrak, masyarakat Grompol tetap pada keputusanya agar PT.MJB harus tutup total dan tidak boleh neroperasi seterusnya.” Warga Grompol tetap menuntut PT.MJB harus ditutup dan tidak operasional,” katanya.
Terkait kompensasi Rp. 1,5 juta setiap KK, menurut Darmaji, hal itu tidak ada kaitanya, karena kompensasi tersebut merupakan kompensasi sebagai korban kecelakaan kebocoran tabung semen,” kata tokoh masyarakat itu.
Sebenarnya, lanjut Darmaji, kasus dugaan kecurangan terkait proses sewa kontrak tanah kas Desa Ngebrak yang nilainya mencapai miliyaran rupiah tersebut sudah di laporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.” Semua berkas dan dokumen penyimpangan proses sewa kontrak tanah kas Desa Ngebrak sudah kita masukkan ke Kejaksaan, tinggal menunggu tindak lanjut dari kejaksaan,” lanjut Darmaji.
Sementara itu Bambang Soemadi sebagai kepala Batcing Plant PT. MJB, Rabu (17/5/2017) telah menanda tangani surat pernyataan yang berisi dua tuntutan warga yang harus dilaksanakan yakni :
1. PT.Merak Jaya Beton bertanggung jawab atas semua dampak yang timbul dari kebocoran semen dan tempat penyimpanan / silo dilokasi batching plant
2. PT.Merak Jaya Beton tidak akan melakukan kegiatan kegiatan produksi lagi tanpa adanya persetujuan dari seluruh warga Dusun Grompol Desa Ngebrak Gampengrejo Kabupaten Kediri. Soemadi.

Reporter : Aghna S.Alam
Editor.     : Aji Mahendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *