PPLH Mangkubumi Kritik Pengolahan Sampah Medis PT PRIA

PPLH Mangkubumi Kritik Pengolahan Sampah Medis PT PRIA

Kediri | pledoi.com

Polisi masih terus memburu pembuang sampah medis di Sungai Boyolangu Tulungagung. Langkah positif yang dilakukan kepolisian itu mendapat pujian dari berbagai elemen masyarakat.
Seperti Pusan Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi yang terus mendorong kasus tersebut ke proses hukum.
Selain itu PPLH Mangkubumi juga mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung untuk menghentikan kerja sama pembuangan medis ke pihak ketiga.
Sementara ini pihak ketiga yang telah menjalin kerjsama dengan
Dinkes Tulungagung Putra Restu Ibu Abadi ( PT PRIA ) untuk pengelolaan sampah medis.
Ketua PPLH Mangkubumi Ichwan mengatakan, berdasarkan catatan, PT tersebut diduga tidak beres dalam pengelolaan sampah medis. “PT PRIA di Lakardowo, Mojokerto, beberapa kali didemo warga. Bahkan sudah menjadi perhatian legislatif Senayan, karena pengelolaan limbah medisnya tidak bagus, ” katanya.
Dengan demikian Ichwan berharap hal ini menjadi perhatian serius, karena dengan kejadian di Tulungagung yang kini menjadi perhatian masyarakat.
Salah satu petugas Puskesmas Boyolangu mengaku telah melakukan evaluasi sampah 19,5 kilogram dari Sungai Kendalbulur, Boyolangu kemarin membantah jika pihaknya membuang sampah medis di Sungai Kendalbulur. “Bukan dari kami, kami punya tempat penampungan sampah yang memadai. Di sini semua tahu bahwa sampah dikelola oleh pihak ketiga dan rutin diambil sehingga kami yakin sampah bukan dari puskesmas sini,” ujarnya
Berdasarkan informasi yang berkembang dimasyarakat, PT PRIA mempunyai lima lokasi pengumpulan sampah di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung, sedangkan dalam setiap pembuang sampah di kenakan biaya Rp 27.500 per kilogram.

Reporter : Fathoni Mujamil
Editor    . : E.P. Rahmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *