Yess Caffe Ancam Kerahkan Preman, Satpol PP Siaga

Yess Caffe Ancam Kerahkan Preman, Satpol PP Siaga

Tulungagung | pledoi.com

Satpol PP Tulungagung siaga penuh dengan anggota Damkar dalam menghadapi ancaman Yess Caffe yang akan mengerahkan preman untuk menjaga caffe, karena tempat itu akan ditutup paksa oleh Satpol PP.
Kasi Binluh pada Pol PP kabupaten Tulungagung, Hariyanto mengatakan, penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengerahan masa dari pihak Yess Caffe. “Satpol PP dibantu oleh Damkar melakuan pengamanan terhadap Yess Caffe serta mencegah adanya gangguan keamanan pasca penutupan,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, tampak ada beberapa pemuda yang bergerombol di sekitar Yess Caffe, diduga pemuda yong berherombol tersebut preman sewaan. Sehingga suasana tampak tegang. Tampak gerbang utama Yess Caffe telah dikunci dan seluruh karyawan dipulangkan.
Terkait hal tersebut Hariyanto menambahkan, Yess Caffe akan melakulan pengerahan preman, sehingga Satpol PP melakukan tindakan antisipasi. “Kalau sekedar parkir di sekitar Yess Caffe tidak masalah asalkan tidak membuat kericuhan dan kita tetap melakukan tindakan antisipati,” lanjutnya. .
Kasi Penyelidikan dan Penyidikan pada Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Agung Setyo Widodo menegaskan, pihaknya tetap menjalankan tugas penutupan dan mencabut TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) milik Yess Caffe. “Hari ini sesuai surat yang kita terima dari perijinan, kita menjalankan perintah untuk menutup Yess Caffe. Pembekuan yang dilakukan terhadap Yess Caffe diberlakukan tanpa ada batasan waktu,” ujar Agung
Petugas yang terdiri dari 6 personil berbekal surat dari Kepala Dinas Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Tulungagung. Penutupan dilakukan saat itu juga, bahkan tamu yang ada diminta untuk meninggalkan Yess Caffe.
Yess Caffe dianggap melanggar Perda nomor 6 tahun 2012 tentang kepariwisataan pasal 43 yang mengatur kewajiban tiap pengusaha tempat hiburan.
Dalam pasal 54 telah dijelaskan sanksi yang diberikan jika pengusaha melakukan pelanggaran pada pasal 43 berupa sanksi administratif dari teguran hingga pembekuan TDUP.

Reporter : Fatoni Mujamil
Editor.     : E.P.Rahmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *