Dinkes Tuding Pembuang Sampah Medis, Klinik Swasta

Dinkes Tuding Pembuang Sampah Medis, Klinik Swasta

Tulungagung | pledoi.com

Jajaran Polres Tulungagung terus memburu pembuang sampah medis di Sungai Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung. Jika dalam perkembangan penyelidikan bisa diketahui pembuangnya, Dinas Kesehatan akan menjatuhkan sanksi berupa pencabutan izin praktik.
Kepala Seksi Kefarmasian dan Perbekalan Dinkes Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Masduki mengatakan, ia telah melakukan identifikasi terhadap jenis obat dengan cara melihat dan meneliti bungkus sampah yang dibuang dan telah dikumpulkan. ” Itu generik branded. Jika di kita itu generik. Bedanya, jika generik branded itu kemasan dan harganya dari masing-masing pabrikan. Jika generik, itu dari pemerintah,” paparnya.
Analisis tersebut disampaikan Masduki saat memenuhi panggilan Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Jumat (26/05). Saat itu Masduki menyampaikan bocoran, bahwa pembuang sampah medis di Kendalbulur diduga klinik atau rumah bersalin swasta. “Dugaan mengarah pada klinik bersalin swasta atau klinik swasta, hal tersebut bisa dilihat dari obat. Obat itu dari apotek. Jadi, agak susah menentukan,” imbuhnya.
Untuk diketahui beberapa hari lalu, sekitar 19,5 Kilogram sampah medis berhasil di kumpulkan yang terdiri dari botol obat, jarum suntik bekas dan lain-lain dari bawah jembatan gantung di Desa Kendal Bulur kecamatan Boyolangu, hingga saat ini masih belum ditemukan aktor dibalik pembuangan sampah medis tersebut.
Sampah medis yang menghebohkan dunia maya ini menjadi viral sebelumnya setelah Sodik Purnomo mengunggah foto tumpukan sampah di bawah Jembatan Gantung Boyolangu dan diketahui ternyata sampah medis yang berbahaya.

Reporter : Fathoni Mujamil
Editor.     : E.P. Rahmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *