Ngadiluwih Menjadi Sentra Tanaman Hias Terbesar Jatim

Ngadiluwih Menjadi Sentra Tanaman Hias Terbesar Jatim

Kediri | pledoi.com

Nama Ngadiluwih sampai sekarang masih sangat akrab ditelinga para pecinta tanaman, baik tanaman hias maupun tanaman buah.
Karena kawasan Ngadiluwih merupakan kawasan sentra tanaman yang dinilai terbesar dan terlengkap di Jawa Timur. Meski tidak ada pembinaan atau perhatian dari pemerintah Kabupaten Kediri, sentra tanaman hias ini tidak pernah sirut danntetap eksis bahkan semakin besar.
Setiap masyarakat yang bertransportasi melewati jalan raya Ngadiluwih pasti melewati sentra tanaman tersebut. Kalau kita amati baik dari sisi kiri jalan maupun kanan jalan, semua dipadati dengan keindahan dan keanggunan yang diperlihatkan oleh tanaman – tanaman hias yang ditata sedemikian rupa oleh pemiliknya.
Kalau di perhatikan, beberapa tahun belakangan ini peluang usaha bisnis tanaman hias sangat berkembang pesat, selain masyarakat semakin sadar tentang keindahan pemandangan serba hijau, masyarakat juga sadar dengan menanam pohon tanaman akan mengurangi dampak pemanasan global.

Seperti hal-nya di Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih ini terlihat banyak pecinta tanaman hias yang rela mengeluarkan uang ratusan hingga jutaan rupiah hanya untuk membeli tanaman hias yang mereka sukai. Karena tanaman hias memiliki nilai keindahan alami yang mampu membuat orang jatuh cinta di kala melihatnya.

Diungkapkan Mbah Basri (67), ia mengaku sudah menggeluti dunia tanaman hias ini semenjak tahun 70 -an, ihwal memulai berbisnis dunia tanaman hias karena kerabatnya telah memulai berbisnis tanaman terlebih dahulu.” Memang kerabat saya ini sudah terlebih dahulu menggeluti bidang tanaman dengan keuntunganyang lumayan, kenapa tidak untuk mencoba keberuntungan ini,” katanya.
Bagaimana proses awal memulai bisnis bidang tanaman hias ini Basri mengaku, untuk awalnya ia membeli benerapa jenis bibit terlebih dahulu dan mengelolanya hingga bibit tersebut tumbuh tinggi dan siap untuk di perjual belikan.” Kami sudah tidak perlu untuk membeli bibit baru lagi kepada orang lain, karena saya bisa mengembang biakkan sendiri dari batang yang kami punya,” ceritanya dengan antusias.
Ketika ditanya berapa omzet yang didapat dari berbisnis tanaman ini, Basri mengaku, ia tidak terlalu menghitung berapa dari hasil yang didapat selama ini. ” Alhamdulillah cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, untuk sekali angkutnya dengan jumlah 2.000 ribu tanaman hias, kami bisa mendapatkan uang sebesar 4 juta rupiah.” ungkapnya.
Meski perkembangan bisnis tanaman hias yang berkembang di Ngadiluwih ini telah menjadi icon Kabupaten Kediri, namun menurut Basri hingga saat ini tidak pernah ada pembinaan dan perhatian dari pemerintah Kabupaten Kediri. “Tidak ada sama sekali, ini dari keseluruhan modal awal hingga saat ini semuanya dari uang kami sendiri.” ungkapnya.
Basri mengaku, sekitar satu tahun yang lalu ia pernah di survei oleh orang pemerintahan, yang katanya akan diberi modal untuk meningkatkan bisnis ini. “Namun apa buktinya, hingga saat ini sudah setahun lebih kami tidak menerima apa – apa,” terang Basri dengan wajah kesal.
Hal senada juga diungkapkan oleh Feri salah satu dari pembudi daya tanaman hias di Desa Rembang, ia mengaku selama ini tidak ada bantuan sama sekali yang di berikan oleh pemerintah.” Semuanya murni dari modal kami sendiri,” terangnya.
Berdasarkan catatan kami, hampir seluruh desa di Kecamatan Ngadiluwih banyak yang berbisnis tanaman hias maupun bibit tanaman buah. Dari bisnis tanaman mereka mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anak anak mereka hingga lulus sarjana.

Reporter : Galuh Abdul Azis
Editor.     : Aji Mahendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *