Tak Bayar Ganti Rugi, Proyek Tol Soker Dihentian Warga Pemilik Lahan

Tak Bayar Ganti Rugi, Proyek Tol Soker Dihentian Warga Pemilik Lahan

Nganjuk | pledoi.com

Puluhan warga Desa Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk lakukan aksi penutupan proyek jalan tol Solo – Kertosono ( Soker ) di zona 3 yang berada di Desa Putren pada Selasa siang (6/6/2017) sekitar pukul 13.00 Wib.
Siang itu, puluhan warga Desa Putren berbondong bondong mendatangi lokasi garapan tol dengan melakukan pemblokiran jalan dan menghentikan semua aktifitas pekerja tol. Para pengunjuk menghentikan secara paksa puluhan armada truk dan alat berat yang sedang bekerja.

Ahmad Subeki salah satu pemilik lahan mengatakan, diareal lokasi proyek oleh warga dipasangi rambu larangan armada keluar masuk proyek. ” Sebelum tanah kami dibayar, warga akan melakukan aksi pemberhentian proyek, warga merasa dirugikan oleh pemerintah karena belum uang ganti rugi sesuai belum terbayarkan sesuai keinginan warga,” katanya.
Warga mengamcam akan mengerahkan masa yang lebih besar lagi apabila pemerintah tidak segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan harga tanah. ” Warga sudah sepakat sejak awal minta ganti rugi 600 ribu per meter. Sementara plafon harga dari pemerintah hanya Rp 177.000 /meter, harga Ini tidak wajar, saya yakin ini ada permainan makelar, ” ujar Ahmad Subekhi.

Berdasarkan catatan kami, 50 bidang tanah milik warga Putren yang terkena dampak proyek tol soker belum terbayarkan semua.
Selain itu, tercatat 25 hektare lahan terkena dampak tol menurut pengakuan para pemilik lahan, sekitar 15 hektar masih belum ada kesepakatan harga antara pemilik lahan dengan pemerintah.
Bahkan warga menilai harga yang ditawarkan oleh pemerintah sebesar Rp 177.000 dinilai sangat tidak wajar dan jauh dari permintaan warga yakni Rp 600.000 /meter.” Ini tidak rasional dan jauh dari harapan warga ,” terang sejumlah warga pemilik lahan.
Puluhan warga itu akan tetap mempertahankan haknya, seandainya permintaannya tidak dipenuhi, warga mengancam akan mengerahkan warga untuk berunjuk rasa lebih besar dibandingkan hari ini.

Reporter : Hary Sujatmiko
Editor.     : Aji Mahendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *