Kirim Surat Protes, PWI dan IJTI Datangi Polres Nganjuk

Kirim Surat Protes, PWI dan IJTI Datangi Polres Nganjuk

Nganjuk | pledoi.com

Datangi markas Kepolisian Resort Nganjuk, Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit, ajukan surat protes
dan desalkan terhadap Kapolri
Para wartawan Nganjuk menuntut agar menindak tegas oknum kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kedatangan para insan jurnalis ini sebagai wujud aksi protes sekaligus solidaritas terhadap kekerasan oknum kepolisian terhadap wartawan yang melakukan peliputan di Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, para wartawan Nganjuk berkumpul di Alun-Alun Kabupaten Nganjuk menuju Markas Polres Nganjuk dengan membawa poster bertuliskan protes serta kecaman terhadap arogansi aparat penegak hukum. Mereka menuntut agar kekerasan terhadap rekan media yang terjadi di Jawa Tengah tidak sampai terjadi di Kabupaten Nganjuk.

Dalam surat protes itu dituliskan desakan terhadap Kapolri, untuk menindak tegas oknum kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan, sesuai dengan hukum yang berlaku. Surat itu juga ditembuskan kepada Kepala Kepolisian Resort Nganjuk.

Akhirnya dua organisasi wartawan (PWI dan IJTI) di Nganjuk ini, diterima oleh Kabag Ops Polres Nganjuk, Kompol Bambang Sutikno,SH. Dalam kesempatan itu dilakukan serah terima surat protes dari kalangan wartawan yang ditujukan kepada
Kapolres Nganjuk, AKBP Joko Sadono melalui
Kabag Ops Polres Nganjuk, Kompol Bambang Sutikno, karena Kapolres sedang tidak berada di kantor.” Ini surat protes serta aspirasi saudara (jurnalis) kami terima. Insan jurnalis tidak perlu khawatir, di Kabupaten Nganjuk ini aman (tidak ada kekerasan wartawan),” jelas Kompol Bambang.

Setelah itu, para wartawan menuju ke depan Kantor Satpol PP Pemkab Nganjuk untuk menggelar aksi protes. Dengan membentangkan poster berisi aspirasi, para wartawan menaruh alat liputan seperti kamera hingga id card untuk ditaburi bunga sebagai wujud matinya perlindungan hukum terhadap insan pers.”Kami minta arogansi aparat penegak hukum terhadap empat rekan kami ditindak tegas. Apabila oknum-oknum tersebut tidak ditindak, kami minta Kapolda dan Kapolres dicopot,” ujar M.Hartono, Korlap aksi.

Seperti diberitakan beberapa media, kekerasan terhadap wartawan Purwokerto saat meliput pembubaran paksa aksi tolak pembangunan PLTPB Gunung Slamet terjadi di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10) malam.

Pembubaran paksa aksi penolakan PLTB di depan kantor Bupati Banyumas dilakukan secara brutal, sehingga
salah satu wartawan Metro TV, Darbe Tyas menjadi korban kekerasan fisik, berupa pemukulan dan pengeroyokan sejumlah anggota kepolisian Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas.
Selain itu, aksi brutal juga dilakukan aparat terhadap beberapa wartawan lain yang mencoba meliput momen tersebut.

Reporter : Pakde Kamto
Editor.     : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *