Kades Karangsemi Diduga Selewengkan Dana Desa

Kades Karangsemi Diduga Selewengkan Dana Desa

Nganjuk I pledoi.com

Pelaksanaan pembangunan jalan paving di Dusun Pilangglenteng Desa Karangsemi Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, diduga dimainkan oleh Puryani selaku Kepala Desa setempat. Dikarenakan pengerjaan kegiatan tersebut, tidak sesuai fakta yang ada.
Dalam papan nama informasi program yang tertera, pembangunan jalan paving di Dusun Pilangglenteng rt.13 rw 14, tertulis volume sepanjang 377 meter (377m x 3,30m), dengan anggaran sebesar 134.317.400 rupiah. Namun
Proyek paving yang menggunakan anggaran
Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN (anggaran pendapatan belanja negara) tahun 2017 itu, hanya dikerjakan sepanjang 144 meter saja.
Hal ini dibenarkan oleh Yanto selaku Kamituwo ( perangkat desa) setempat. Menurut Yanto, jika dihitung dari ujung jalan sebelah timur sampai ujung barat dekat persawahan penduduk, panjang jalan ini kuranglebihnya sekitar 400 meter dan semuanya saat sudah di paving. “Tapi untuk pembangunan paving yang dilaksanakan menggunakan dana desa (DD) 2017 ini, cuma sepanjang 144 meter. Selebihnya pembangunan paving sudah dikerjakan sebelumnya, dan itu menggunakan anggaran tahun sebelumnya,” ujarnya.
Masih menurut Yanto, pelaksanaan pembangunan jalan paving tersebut juga tidak transparan, sebab semuanya dikendalikan oleh Kades Puryani.
“Jadi, baik uang maupun pembelian material, semuanya dikendalikan Kades Puryani,” imbuhnya.
Begitu juga pelaksanaan pemasangan pavingnya, oleh Kades Puryani diborongkan pengerjaanya.”Saya dengar, pasang pavingnya diborongkan, dengar harga 7 ribu per meternya,” terang Yanto.
Dan selaku pelaksana pembangunan jalan paving tersebut, Mochamad Paryadi yang tak lain adalah jogoboyo ( perangkat desa), tidak mengetahui alur pelaksanaan proyek. “Meski sebagai pelaksana, akantetapi jogoboyo Paryadi itu tidak tahu apa-apa, karena semuanya dikendalikan Kades Puryani,” seru Yanto.
Sementara itu, baik Kades Puryani maupun Mochamad Paryadi selaku Pelaksana proyek, belum bisa dimintai keterangan. Dan ketika dihubungi via ponselnya, juga belum berkenan menerima.
Reporter : Pakde Kamto
Editor.     : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *