Dugaan ‘Pungutan Listrik’ SMPN 1 Kertosono, Ternyata Sudah Lama Terjadi

Dugaan ‘Pungutan Listrik’ SMPN 1 Kertosono, Ternyata Sudah Lama Terjadi

Nganjuk | pledoi.com

Pasca Inspeksi Mendadak (Sidak ) ‘pungutan listrik’ oleh Komisi Nasional ( Komnas ) Pendidikan Jawatimur, ke SMPN 1Kertosono Kabupaten Nganjuk, mengundang reaksi berbagai pihak. Pasalnya, Hariyanto selaku Kepala Sekolah, hingga saat ini belum bisa ditemui dan melakukan klarifikasi.
Kepala Sekolah SMPN 1 Kertosono, Hariyanto selalu berkilah jika ada rapat di Kantor Dinas Pendidikan Nganjuk. ” Bapak ( Kepsek Hariyanto) ada rapat di Nganjuk,” ujar salah satu guru yang menerima kedatangan pledoi.com.
Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Drs Sujito, MM, saat dihubungi via ponselnya mengatakan, bahwa hari ini tidak ada agenda
rapat maupun pertemuan dengan Kepala Sekolah SMPN. “Saya sedang mengikuti mengikut lomba tenis dalam rangka Hari Guru, tapi seingat saya, hari ini tidak ada agenda pertemuan dengan Kepala Sekolah SMP,”ujar Sujito.
Dalam keterangannya, Humas SMPN 1 Kertosono, Rudi Harmono bersama Pembina OSIS, Agus Tri Santoso saat ditemui pledoi.com menerangkan bahwa, yang diberlakukan di lembaga sekolah saat ini, merupakan kelanjutan program lama. “Ini merupakan program lama sejak adanya rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI ) dulu, kalau tidak salah ya sejak tahun 2008,” terang Rudi.
Akan tetapi, jumlah nominal maupun tagihan rekening listrik yang harus dibayar, baik Rudi maupun Agus, sama- sama tidak mengetahui. “Secara pastinya kami tidak tahu, semua pembukuan ada di bendahara sekolah,” ujar Rudi.
Sedangkan Agus Tri Santoso selaku Pembina OSIS, mengatakan, secara keseluruhan di SMPN 1 Kertosono ini, terdapat 27 ruang kelas. Jumlah peserta didik jelas 7 sebanyak 284 siswa, kelas 8 sejumlah 289 siswa dan kelas 9 berjumlah 291 peserta didik. “Setiap ruang kelas terdapat dua unit AC dan satu unit LCD,” kata Agus.
Jika apa yang disebut dengan ‘pungutan listrik’ itu, masih kata Agus, itu tidak berlaku setiap bulan. Menurutnya pembaran itu hanya setahun sekali dengan jumlah sekitar 700 ribu rupiah per siswa. “Dengan rincian 300 ribu untuk listrik, 300 ribu untuk les atau bimbingan belajar bagi kelas 9 di sekolah ini,” ucap Agus.
Reporter : Pakde Kamto
Editor.     : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *